Sabtu, 05 Januari 2013



VALENTINE DAY OR VALENTIN EVERYDAY ??
Empat belas Januari oleh sebagian orang dirayakan sebagai hari Valentine Day' dimana masyarakat menerjemahkannya  sebagai hari kasih sayang. kini momen itu semakin popular menjadi gaya hidup modern , mengingat masyarakat begitu antusias terhadap valentine day, maka mas mediapun kian gencar mempromosikan momen tahunan tersebut dengan program perayaan yang dapat menaikkan reting acara , agen travelpun mengambil peluang untuk mengambil keuntungan momen yang dianggap sakral tersebut.
Kasih sayang menurut Islam harus diamalkan dan  dirayakan any time (kapan saja ) dan every day (setiap hari) dalam bingkai aqdun nikah, karena sesungguhnya Allah menurunkan  agama Islam  kemuka bumi juga untuk menebarkan kedamaian , kasih sayang  yang tulus , tidak terbatas kepada hari dan kejadian sebagaimana bimbingan Allah dalam hadis qudsi,Allah berfirman, artinya, “Kecintaan-Ku adalah bagi mereka yang saling mencintai karena Aku, yang saling berkorban karena Aku dan  yang saling mengunjungi karena Aku.” (HR. Ahmad).
Dalam artikel (an-Nur dalam Nahi Munkar.Com) dinyatakan bahwa  dalam The World Book Encyclopedia, vol. 20 (1993) melukiskan banyaknya versi mengenai Valentine’s Day.
Adalah perayaan Lupercalia yang merupakan rangkaian upacara penyucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda dan pemudi saling mencari pasangan dengan undian. Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala.
The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine menuliskan ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di antaranya dilukiskan telah mati pada masa Romawi. Namun demikian, tidak pernah ada penjelasan siapa “St. Valentine” yang dimaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.
Bahkan  Peguan  Zulkifli Nordin (peguam di Malaysia) di dalam kaset 'MURTAD' yang mafhumnya, menerangkan bahwa:"VALENTINE" adalah nama seorang paderi yang bernama Pedro St. Valentino. 14 Februari 1492 adalah hari kejatuhan Kerajaan Islam Sepanyol.  Tumbangnya Kerajaan Islam Sepanyol dirayakan sebagai Hari Valentine.
            Apapun dasar kisahnya dalam Islam tidak mengenal ajaran “Valentine Day”, karena bukan syariahnya maka janganlah hindarilah merayakan hari valentine day dengan kegiatan hura-hura, pembagian coklat kasih sayang bahkan menyerahkan kehormatan demi membuktikan sayang dan cintanya di hari skaral tersebut, karena lebih banyak kerugian daripada keuntunganya, diantaranya adalah:
1.Aqidah kita menjadi tersesat karena tasabbuh mengikuti ajaran aqidah orang lain.
Dalam kaitan ini Allah telah memperingatkan manusia dalam QS:Al An”am :116
“Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).”



2.Membesarkan nafsu ,menafikan  campur tangan Allah dalam berkasih sayang.
 Allah maha Rahman, Allah Juga Maha Rohiim ,Dialah yang mampu membolak-balikkan ruh dari benci menjadi sayang, dari sayang menjadi cinta dan dari cinta kepada sikap memiliki  dari sikap memiliki menjadi tanggung jawab, sesuai dengan penegasan Allah dalam QS. Surah Al-Anfal ayat 63 :“walaupun kamu membelanjakan    semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat    mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati    mereka. Sesungguhnya Dia (Allah) Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.
3.Ungkapan Kasih Sayang bukan Valentine Day tetapi Walimatul Arsy  .
Kasih sayang adalah rahmat,ia dapat muncul kapan saja , dimana saja dan kepada siapa saja apabila Allah telah menurunkannya, namun kasih sayang adalah rahmat yang harus diikuti dengan ikhtiar dan doa , karenanya  membina kasih sayang merupakan kebaikan, bahkan mengikatkan kasih sayang  melalui nikah  merupakan suatu ibadah yang sangat tinggi nilai dan kemuliaannya. Allah berfirman dalam Qs:Al Isra:36, bahwa:“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan diminta pertanggungjawabannya.” (QS. al Isra’: 36).
4.Kasih sayang Islam adalah sepanjang hayat (every day)
Hukum dasar khitbah atau mengungkapkan  kasih sayang adalah baik kapan saja, dimana saja tidak harus dikaitkan dengan  momen kelahiran atau kematian  seseorang dan bukan seminit untuk sehari dan sehari untuk setahun.Dan bukan pula berarti kita harus berkiblat kepada Valentine, karena   Islam diturunkan  kepada umat manusia untuk menebarkan kasih sayang dan menjalinkan persaudaraan yang abadi di bawah naungan rahmat Allah. Maka Rasulullah s.a.w. memberikan bimbingan  melalui hadisnya :“Tidak beriman salah seorang di antara kamu sehingga ia cinta kepada saudaranya seperti cintanya kepada diri sendiri”.
Karena itu marilah kita berikan pengertian dan pemahaman yang benar kepada anak didik kita sehingga ghirah atau kebangaan remaja terhadap kemuliaan Islam tumbuh kembali setelah terjadi penggerusan akidah melalui sinetron irasional, pengkaburan aqidah dengan menasionalkan momen keagamaan yang sebenarnya hanya milik suatu agama, semoga generasi anak-anak kita dapat istiqamah dalam Iman dan Taqwa, Amien. ( Saifudin Zuhri.M.Pd.I, Guru MTsN 16 Jakarta)Telp:081287039829
Sumber :
1.Fatwa Syaikh Ibnu Utsaimin, tanggal 5/11/1420 H yang beliau tanda tangani. [Lihat:Fatwa-Fatwa Terkini, Jilid 2, hal. 461, Darul Haq, Jakarta]
2. (Redaksi an-Nur)alsofwah.or.id, Selasa, 07 Februari 12 dalam judul Masih Tentang Valentine

Tidak ada komentar:

Posting Komentar